“Assalamu’alaik, Ya Imam, hamba adalah salah satu dari sebagian rakyatmu yang ingin menanyakan sesuatu hal, padamu,”
“Waalaikum salam, katakan saja, saudaraku, apa yang ingin kau tanyakan?,” jawab Sayyidina Ali.
“Begini, mohon maaf sebelumnya, hamba memiliki pertanyaan yang
sekaligus menjadi ganjalan hati selama ini. Mengapa saat kepemimpinan
Baginda Nabi Muhammad SAW tidak ada satu keributan dan hiruk pikuk
apapun, semua umat taat dan patuh, tapi kini, di bawah kepemimpinanmu,
rakyat mudah sekali tersulut untuk bertengkar, bahkan tega memerangi
saudaranya sendiri, yang tak lain sesama muslim?,”Mendengar pertanyaan tersebut, Sayyidina Ali RA tersenyum, menghela nafas sejenak, lalu menjawab:
“Baiklah, saya jawab pertanyaanmu. Di saat Nabi Muhammad SAW memimpin, semuanya taat dan patuh karena yang menjadi rakyat pada saat itu adalah orang-orang sepertiku. Sedangkan kini, di bawah kepemimpinanku, sebagian besar rakyat adalah orang-orang sepertimu.”
subhanalloh sahabat asyifa begitu pemimpin seperti beliau lah yang patuut dicontoh oleh kita,baik untuk memimpin diri kita sendiri ataupun memimpin jamaah,semoga sahabat asyifa bisa mengambil hikmah dari kisah ini,
dikutip dari http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,52169-lang,id-c,hikmah-t,Ketika+Sayyidina+Ali+Diprotes+Umat-.phpx

